Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Pulau Purba Ditemukan di Samudra Hindia

Thursday, November 17, 2011

Ilmuwan menemukan dua pulau purba yang telah tenggelam di Samudra Hindia, yang berlokasi di sebelah barat Australia.
Pulau tersebut berukuran lebih kurang sepersepuluh luas DKI Jakarta dan dahulu menjadi bagian dari Gondwana, dataran luas di belahan Bumi selatan di masa lalu yang kini meliputi Antartika, Afrika, Amerika Selatan, Irian, Selandia Baru, Kaledonia Baru, India, dan Madagaskar.
Ilmuwan dari Universitas Sydney, Macquaruie University, dan University of Tasmania di Australia menemukan dua pulau itu dalam ekspedisi memetakan dasar laut Perth Abyssal Plain. Meski dua pulau itu kini tenggelam di kedalaman 1,6 km di bawah laut, dulu pulau tersebut pernah menjadi salah satu daratan penghubung India dan Australia.
"Data yang diambil dari ekspedisi ini bisa secara signifikan mengubah pemahaman kita tentang bagaimana India, Australia, dan Antartika terpisah dari Gondwana," kata Joanne Whittaker, geolog dari University of Sydney, seperti dikutip Foxnews, Senin (14/11/2011).
Whittaker mengungkapkan, dua pulau tersebut disebut mikrokontinen. Menurutnya, pulau tersebut terbentuk ketika daratan India mulai menjauh dari Australia 130 juta tahun lalu di masa Cretaceus, ketika dinosaurus menguasai Bumi.
READ MORE - Pulau Purba Ditemukan di Samudra Hindia

Jaringan Terowongan Raksasa Zaman Batu

Tuesday, August 9, 2011

Sejak zaman batu, manusia sudah membangun terowongan bawah tanah. Jaringan terowongan bawah tanah dari zaman batu bisa ditemukan membentang dari Skotlandia hingga Turki."Bukti-bukti keberadaan terowongan tersebut telah ditemukan di bawah ratusan permukiman zaman neolitik di seluruh benua," kata arkeolog Jerman, Heinrich Kusch, yang memaparkan hal tersebut dalam bukunya, Secrets of the Underground Door to an Ancient World.
Dalam buku itu, Heinrich menyebutkan, banyaknya terowongan yang masih ada hingga saat ini sejak 12.000 tahun lalu menjadi bukti betapa besar jaringan terowongan pada masa itu. "Di Bavaria, Jerman, saja kami menemukan terowongan sepanjang 700 meter. Sementara di Styria, Austria, kami menemukan terowongan serupa sepanjang 350 meter," katanya.
Terowongan-terowongan tersebut berjumlah ribuan dan membentang dari Skotlandia hingga Mediterania. Terdapat ceruk dalam setiap terowongan, yang di beberapa tempat berukuran cukup besar dan dilengkapi dengan tempat duduk, tempat penyimpanan, dan bahkan kamar.
"Meski tidak semuanya tersambung, jika disatukan, akan menjadi terowongan bawah tanah raksasa," ungkap Heinrich.
Sebagian ahli meyakini, jaringan terowongan tersebut merupakan jalan terlindung bagi manusia untuk menghindari predator. Sementara ahli lain meyakini, beberapa jaringan terowongan yang tersambung berfungsi seperti jalan raya zaman sekarang sebagai sarana mobilitas yang aman dari perang, kekerasan, bahkan cuaca di permukaan tanah.
READ MORE - Jaringan Terowongan Raksasa Zaman Batu

Olimpia Mungkin Dihancurkan Tsunami

Saturday, August 6, 2011

Olimpia yang dikenal dalam sejarah sebagai pusat pemujaan terhadap Dewa Zeus dan penyelenggaraan olimpiade pada masa Yunani kuno diperkirakan hancur oleh tsunami. Inilah hipotesis ahli paleotsunami Institute of Geography of Johannes Gutenberg University Mainz, Jerman, Andreas Vött, yang melakukan analisis sedimen dan studi paleotsunami di timur Mediterania.
Jejak tsunami ada pada lapisan sedimen yang merekam peristiwa dalam kurun waktu 11.000 tahun terakhir. Hipotesis Vött membantah hipotesis sebelumnya yang mengatakan bahwa Olimpia hancur oleh gempa bumi tahun 551 AD dan banjir Sungai Kladeos.
"Baik komposisi maupun ketebalan sedimen yang ditemukan di Olimpia tidak mengarah pada potensi hidrolik Sungai Kladeos dan geomorfologi lembahnya. Sangat tidak mungkin kehancuran adalah akibat sungai itu," kata Vött.
Penemuan cangkang moluska atau hewan lunak dan foraminifera menegaskan hipotesis Vött. Keduanya menunjukkan bahwa sedimen yang mengubur Olimpia sedalam 8 meter selama ratusan tahun hingga ditemukan kembali 250 tahun lalu berasal dari lautan. Tsunami adalah satu-satunya mekanisme yang bisa membawa sedimen itu sebab Olimpia sebenarnya berada di ketinggian 33 meter di atas permukaan laut.
Dalam skenario Vött, gelombang tsunami masuk mendesak arus Sungai Kladeos dan Alpheios. Akibat desakan arus itu, Olimpia pun banjir dan hancur. Banjir tak segera surut karena aliran sungai Kladeos ke Sungai Alpheios terblokir oleh tsunami yang datang. Berdasarkan analisis sedimen, terbukti bahwa skenario ini terjadi secara berulang dalam kurun waktu 7.000 tahun terakhir.
Hipotesis kehancuran Olimpia akibat tsunami juga semakin kuat sebab sedimen yang identik dengan di Olimpia juga ditemukan di bukit dekat pantai. Ditambah lagi, fakta bahwa dahulu Olimpia terletak lebih dekat dari lautan sehingga lebih mungkin dihantam tsunami. Puing-puing Olimpia yang ditemukan juga mengambang di atas sedimen sehingga kecil kemungkinan kehancuran Olimpia disebabkan oleh gempa.
Vött mengungkapkan, tsunami di Yunani bukanlah peristiwa langka. "Evaluasi sejarah menunjukkan bahwa di Yunani bagian barat, rata-rata ada satu tsunami setiap 8-11 tahun," kata Vött. Tsunami di wilayah itu umumnya dipacu oleh aktivitas seismik akibat patahan Afrika dan Eurasia. Ke depan, Vött akan mempresentasikan hasil analisisnya di konferensi ilmiah di Corinth, Yunani, September mendatang.
READ MORE - Olimpia Mungkin Dihancurkan Tsunami

Meteorit Ditemukan di China

Friday, July 29, 2011

Meteorit berukuran besar ditemukan di daerah pegunungan sebelah barat laut China. Batu dengan berat sekitar 25 ton itu diperkirakan salah satu dari meteorit terbesar yang pernah ada.Batu yang ditemukan di Pegunungan Altai, Provinsi Xinjiang, itu merupakan meteorit yang memiliki kandungan nikel yang banyak—dikenal dengan istilah "meteorit besi". "Barangkali meteorit ini adalah meteorit besi terbesar kedua," kata Baolin Zang, spesialis meteorit dari Beijing Planetarium.
Meteorit yang terbesar saat ini ditemukan di Namibia, seberat lebih kurang 60 ton. Zhang mengestimasi, massa meteorit Xinjiang berada pada kisaran antara 25-30 ton.
Meteorit raksasa menonjol keluar dari lempengan granit yang lebih besar. Bagian yang terletak di atas tanah memiliki panjang 2,3 meter dengan lebar separuh panjangnya. Zhang dalam wawancaranya dengan China Central Television menyebutkan bahwa meteorit berasal dari luar tata surya.
Pada awal bulan ini, Baolin Zhang, seorang peneliti ahli bidang meteorit di Planetarium Beijing, telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki laporan meteor tersebut. Tim naik ke ketinggian puncak 9.500 kaki (2.900 meter), dan mulai mengidentifikasi batu bintang besar dengan warna kecoklatan ini.
Menurut Meenakshi Wadhwa dari Center for Meteorite Studies Arizona State University, sebagian besar meteorit terbentuk 4 miliar tahun lalu, ketika tata surya terbentuk, "Temuan ini potensial untuk memberikan data terkait sejarah pembentukan tata surya." (National Geographic Indonesia/Gloria Samantha)
READ MORE - Meteorit Ditemukan di China

Google Earth Temukan Situs Arkeologi Jazirah Arab

Wednesday, February 16, 2011

Hampir 2.000 situs arkeologi potensial di Arab Saudi berhasil dijelajahi oleh seorang arkeolog asal Perth, Australia, David Kennedy, tanpa mengunjunginya secara langsung. Ini berkat aplikasi Google Earth."Saya belum pernah ke Arab Saudi. Itu bukan negara yang mudah untuk ditembus," ujar profesor arkeologi Universitas Western Australia ini dalam penuturannya kepada Telegraph. Sebagai gantinya, Kennedy memindai area seluas 1.240 kilometer persegi di Arab Saudi menggunakan Google Earth.
Dari gambar satelit dunia maya beresolusi tinggi itu, ia menemukan sedikitnya 1.977 situs arkeologi potensial, termasuk sebanyak 1.082 makam purbakala yang terbuat dari batu.
Menurut Kennedy, pembuatan foto udara Arab Saudi tidak bisa dilakukan oleh semua arkeolog karena faktor kesulitannya yang tinggi, bahkan mustahil terbang di udara negeri itu. Akan tetapi, Google Earth dapat membuat mereka lebih dekat.
Sejak aplikasi Google Earth diluncurkan lima tahun lalu, peluang mengembangkan "arkeologi dari belakang meja" itu memang terbuka lebar-lebar. Meskipun demikian, Kennedy menegaskan, verifikasi lapangan tetap diperlukan. Ia memiliki staf di Arab Saudi untuk memverifikasi ke lokasi situs.
Pada 2008, para peneliti dari Melbourne, Australia, menemukan 463 situs purbakala potensial di Gurun Registan di Afganistan hanya dengan memanfaatkan komputer mereka.(National Geographic Indonesia/Gloria Samantha)
READ MORE - Google Earth Temukan Situs Arkeologi Jazirah Arab

Manusia Gunakan Pakaian 170 Ribu Tahun Lalu

Tuesday, January 18, 2011

FLORIDA - Sebuah studi di University of Florida menyatakan kalau manusia mulai mengenakan pakaian sekira 170 ribu tahun yang lalu, sebuah teknologi yang membuat mereka bisa sukses bermigrasi keluar Afrika.

David Reed, Associate Curator of Mammals dari Florida Museum of Natural History di kampus UF, mempelajari pola evolusi dan migrasi. Penelitiannya selama lima tahun tersebut menggunakan rangkaian DNA untuk menghitung kapan manusia mulai mengenakan pakaian. Demikian seperti yang dikutip dari Terra Daily, Senin (10/1/2011). 

Studi ini yang didanai oleh National Science Foundation ini tersedia online dan ada di edisi cetak bulanan Molecular Biology and Evolution.

"Kita ingin menemukan metode lain untuk menunjuk kapan persisnya manusia mulai mengenakan pakaian," ujar Reed.

Data menunjukkan bahwa manusia modern mulai mengenakan pakaian sekira 70 ribu tahun sebelum bermigrasi ke wilayah yang iklimnya lebih dingin, yang bermula sekira 100 ribu tahun silam. 

"Because they are so well adapted to clothing, we know that body lice or clothing lice almost certainly didn't exist until clothing came about in humans."

Studi tersebut juga menunjukkan kalau manusia mengenakan pakaian setelah mereka kehilangan rambut tubuh mereka sekira 1 juta tahun silam.

"Ini berarti manusia menghabiskan banyak waktu tanpa rambut di tubuh mereka, juga tanpa pakaian," terang Reed. 

"Cukup menarik untuk berpikir bahwa manusia bisa bertahan di Afrika selama ratusan tahun tanpa pakaian dan rambut di tubuh, dan itu sebelum mereka mengenakan pakaian," tambah Reed.
(srn)
READ MORE - Manusia Gunakan Pakaian 170 Ribu Tahun Lalu

Danau Kuno Ditemukan di Bawah Gurun Sahara

Sunday, December 12, 2010



Sebuah danau kuno yang membentang sepanjang 350 kilometer ditemukan di bawah lautan pasir Gurun Sahara, Mesir.

Pakar Geologi Ted Maxwell dari Smithsonian National Air dan Museum Space, Washington DC, menguji gambar beresolusi tinggi di barat daya Mesir yang diambil menggunakan Shuttle Radar Topografi Mission (SRTM) milik NASA.

SRTM merupakan sebuah sistem radar modifikasi, yang menempel pada Space Shuttle Endeavour, yang diluncurkan sejak Februari 2000. Sistem ini berhasil mengidentifikasi suatu daerah di Tushka, di mana air danau terbentuk dari luapan Sungai Nil.

Danau itu muncul sekitar 250 ribu tahun lalu, selama periode iklim basah saat wilayah tersebut masih tertutup padang rumput. Saat pasang, danau itu memiliki luas sekitar 68.200 kilometer persegi. Namun, danau itu mengering sejak 80 ribu tahun yang lalu.

Perkiraan luas danau itu mungkin akan menjelaskan bagaimana fosil ikan dari periode akhirinterglacial ditemukan di Bir Tarfawi, sekitar 400 kilometer barat Sungai Nil. Fosil ini juga ditemukan di ujung utara saluran limpasan Selima Oasis di Sudan.

Bukti untuk mega-danau ini terdeteksi di Chad, Sudan dan Libya. Lokasi oasis kuno ini bisa membantu menjelaskan pola migrasi manusia purba.
READ MORE - Danau Kuno Ditemukan di Bawah Gurun Sahara

Lawang Sewu

Friday, October 15, 2010

Berdiri kokoh dan angker tepat di kawasan Tugu Muda pusat Kota Semarang, Lawang Sewu selama beberapa tahun terakhir ini memang memunculkan banyak pro-kontra, khususnya menyangkut aspek kegunaannya.

Meskipun gedung tersebut saat ini lebih banyak dipakai untuk kantor PT Kereta Api dan pernah pula dipakai sebagai kantor Dinas Perhubungan serta kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro), toh eksotisme bangunan kuno yang disuguhkan terbukti mampu mengukuhkan Lawang Sewu sebagai kawasan wisata nomor satu.

Menjelang era reformasi, di mana kekuatan pemerintahan Orde Baru masih mencengkeram kuat, gedung Lawang Sewu sempat diisukan akan dibeli keluarga Cendana dan bakal disulap menjadi hotel berbintang lima. Kalau saja era reformasi gagal digelindingkan, sudah barang tentu gedung Lawang Sewu yang begitu bersejarah sekarang telah berubah bentuk menjadi kawasan bisnis yang hanya menyenangkan kaum kapitalis. Mengapa wisatawan belakangan ini begitu penasaran dan mempunyai keinginan kuat untuk melihat Lawang Sewu dari dekat? Salah satu alasannya, konon gedung berarsitektur unik ini menyimpan kekuatan magis seribu hantu.

Hal tersebut bisa dimaklumi, karena pada masa peperangan dulu, yang melibatkan Angkatan Muda Kereta Api (pemuda-pemuda Semarang) melawan bala tentara Kido Buati Jepang, gedung Lawang Sewu menjadi ajang penyiksaan dan pembantaian. Tidak jelas berapa nyawa telah melayang, tapi jumlahnya bisa dipastikan mencapai ribuan.

Saking banyaknya korban yang dibantai pada waktu itu, Lawang Sewu kini juga mendapat julukan sebagai kawasan wisata horor. Menegangkan sekaligus mengasyikkan. Puluhan paranormal dari berbagai penjuru Tanah Air pun sempat menjadikan tempat ini sebagai ladang perburuan hantu.

Dinamakan Lawang-Sewu karena gedung tersebut memiliki ciri khas bangunan megah ini memiliki pintu atau lawang sebanyak seribu atau sewu.

Pemerintah Kota Semarang telah memasukkan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah yang wajib dilindungi. Sesuai kaidah arsitektur morfologi bangunan sudut, Lawang Sewu yang cantik memiliki menara kembar model ghotic yang terletak di sisi kanan dan kiri pintu gerbang utama. Model bangunan gedung yang memanjang ke belakang makin mengesankan kekokohan, kebesaran, dan keindahan.

Dari catatan sejarah, Lawang Sewu yang selalu dipadati wisatawan pada musim liburan tersebut, dibangun pertama kali pada tahun 1903 dan diresmikan pengunaannya pada 1 Juli 1907. Kekunoan Lawang Sewu kini tak kalah menarik dari Gereja Belenduk yang begitu fenomenal dan berdiri kokoh di kawasan Kota Lama Semarang.
READ MORE - Lawang Sewu

 
 
 

Entri Populer

Statistik

Labels

alam semesta (30) all operator (2) berita (151) bisnis (24) browser (2) busines (17) cashtree (1) cheat (4) db clix (6) downhill (1) gadged (13) game (4) gprs (1) gta (1) guitar hero (1) hack (5) handphone (11) humor (1) info (211) investasi (5) jagad raya (24) kesehatan (11) klik iklan (5) kuliner (1) lawang sewu (1) mars (5) mio modifikasi (1) news (147) otomotif (9) payment proof (6) peluang usaha (2) pernikahan (2) planet (9) ps2 (5) ptc (11) pulsa (2) pulsa murah (1) renungan (1) rumah tangga (2) sejarah (8) semarang (1) senjata (2) server (2) sport (2) suami istri (7) supra modifikasi (1) tekhnologi (19) the warior (1) tips (41) trik (21) ufo (4) vega modifikasi semarang (2) virus (3)