Android Kuasai Pasar Smartphone Dunia

Thursday, November 17, 2011

Android kini memimpin pangsa pasar sistem operasi ponsel pintar dunia mengalahkan sistem operasi lainnya, baik Apple iOS, Symbian, dan Blackberry OS yang justru malah anjlok.
Lembaga riset Gartner merilis pangsa pasar Android naik menjadi 52 persen di kuartal III-2011 dari 25,3 persen di kuartal III-2010. Jika dikaitkan dengan penjualan smartphone dunia, ini berarti hampir mengalahkan penjualan ponsel pintar dunia yang sudah melebihi 60 juta unit.
Posisi kedua diambil Symbian yang malah anjlok dari 20 persen di tahun lalu menjadi hanya 16,9 persen di tahun ini. Sistem operasi tersebut memang sudah diramalkan bakal anjlok peminatnya sejak tahun lalu. Apple iOS juga mengalami penurunan pangsa pasar menjadi hanya 15 persen, setara dengan penjualan 17 juta unit ponsel pintarnya. Padahal tahun lalu, Apple iOS masih menggenggam 16,6 persen pangsa pasar.
"Penurunan pangsa pasar Apple iOS tersebut disebabkan karena konsumen banyak menanti kedatangan iPhone 4S," ujar Roberta Cozza, analis riset Gartner seperti dikutip Techradar, Rabu (16/11/2011).
Begitu juga dengan Research in Motion (RIM) selaku produsen Blackberry yang mengalami penurunan pangsa pasar Blackberry OS menjadi hanya 11 persen, dari sebelumnya 15,4 persen.
"Penurunan pangsa pasar Blackberry ini disebabkan karena penjualan Blackberry malah anjlok di pasar Amerika Serikat, yaitu 10 persen," tambahnya.
Sedangkan sistem operasi mobile Microsoft hanya memiliki pangsa pasar 1,5 persen. Cozza menduga sistem operasi ini bakal diketahui dampak kenaikan pangsa pasarnya di tahun depan. Hal itu setelah ada kerjasama khusus antara pihak Microsoft dengan Nokia.
"Minggu ini akan mulai diluncurkan Nokia Lumia 800 yang memakai Windows Phone 7 Mango. Tahun depan bakal diketahui dampak kenaikan pangsa pasarnya," jelasnya.
READ MORE - Android Kuasai Pasar Smartphone Dunia

Pulau Purba Ditemukan di Samudra Hindia

Ilmuwan menemukan dua pulau purba yang telah tenggelam di Samudra Hindia, yang berlokasi di sebelah barat Australia.
Pulau tersebut berukuran lebih kurang sepersepuluh luas DKI Jakarta dan dahulu menjadi bagian dari Gondwana, dataran luas di belahan Bumi selatan di masa lalu yang kini meliputi Antartika, Afrika, Amerika Selatan, Irian, Selandia Baru, Kaledonia Baru, India, dan Madagaskar.
Ilmuwan dari Universitas Sydney, Macquaruie University, dan University of Tasmania di Australia menemukan dua pulau itu dalam ekspedisi memetakan dasar laut Perth Abyssal Plain. Meski dua pulau itu kini tenggelam di kedalaman 1,6 km di bawah laut, dulu pulau tersebut pernah menjadi salah satu daratan penghubung India dan Australia.
"Data yang diambil dari ekspedisi ini bisa secara signifikan mengubah pemahaman kita tentang bagaimana India, Australia, dan Antartika terpisah dari Gondwana," kata Joanne Whittaker, geolog dari University of Sydney, seperti dikutip Foxnews, Senin (14/11/2011).
Whittaker mengungkapkan, dua pulau tersebut disebut mikrokontinen. Menurutnya, pulau tersebut terbentuk ketika daratan India mulai menjauh dari Australia 130 juta tahun lalu di masa Cretaceus, ketika dinosaurus menguasai Bumi.
READ MORE - Pulau Purba Ditemukan di Samudra Hindia

Kehidupan Zaman Es Masih Berlangsung di China

Zaman es diperkirakan masih terjadi di goa-goa terdalam di "Negari Tirai Bambu" China. Tersembunyi di dalam goa, fragmen dari zaman es Bumi masih selamat. Walaupun tidak ada mammoth yang masih selamat, tetapi sebuah tumbuhan kecil yang merepresentasikan 30.000 tahun lalu diperkirakan masih ada.Peneliti dari Chinese Academy of Science dan Natural History Museum Inggris menyatakan telah mengidentifikasi tujuh spesies jelatang dari Provinsi Guaxi dan Yunnan. Jelatang atau dalam bahasa Inggris disebut poison ivy adalah jenis tumbuhan berbulu halus yang bisa menyebabkan gatal di kulit.
Seharusnya di kedua provinsi tersebut terdapat tumbuhan tropis. Namun, tujuh spesies yang ditemukan tidak mirip dengan tumbuhan tropis. Jelatang tersebut ditemukan di tempat-tempat gelap, di mana jarang ada sinar matahari.
Fakta yang ada, kemungkinan jelatang untuk bisa hidup di kegelapan hanya 0,02 persen. Hal ini sangat tidak mungkin terjadi di zaman sekarang ini ehingga kemungkinan zaman es masih berlangsung di goa tersebut.
Lingkungan yang memungkinkan jelatang macam ini bisa hidup adalah pada zaman es. Goa dan jelatang ini merupakan sisa-sisa dari kehidupan zaman es yang masih ada di planet ini. Selain itu, ada kemungkinan lainnya yang memungkinkan hal ini terjadi, yaitu evolusi pada jelatang. Akan tetapi, umur dari goa tersebut hanya satu juta tahun yang berarti bahwa evolusi pada jelatang terjadi sangatlah cepat.
Peneliti mengatakan bahwa ini adalah contoh evolusi yang sangat cepat, mereka akan meneliti hal ini secepatnya.(National Geographic Indonesia/Arief Sujatmoko)
READ MORE - Kehidupan Zaman Es Masih Berlangsung di China

Jangan Terlena Rayuan Emas

Magnet bisnis emas batangan memang luar biasa. Bukan hanya investor berpengalaman, bahkan ibu-ibu rumah tangga dan bujangan yang punya uang lebih ala kadarnya, ramai-ramai  belanja komoditas tersebut. Marketing yang menawarkan investasinya pun tak kalah gesit — sudah bisa datang ke rumah untuk presentasi.

Karena itu, sebaiknya kita pahami beberapa hal yang mempengaruhi nilai investasi komoditas ini. Jangan sampai terkena bujuk rayu atau bahkan terkena hipnotis keuntungan semu.

Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan investasi emas, baik melalui sistem gadai maupun jual-beli.

1, sadari bahwa sifat dari investasi — tak terkecuali investasi emas — cenderung spekulatif. Anda bisa untung, bisa juga rugi. Biasanya, untuk mengurangi potensi kerugian, digunakan perhitungan yang matang dengan memasukkan variabel yang berpengaruh. Baik positif maupun negatif.

Untuk itulah, alangkah baiknya Anda menanamkan uang lebih (di luar biaya operasional bulanan) dan tidak sekaligus dalam satu jenis investasi.

2, jangan pernah berpikir dan tertipu rayuan bahwa harga emas selalu naik. Pada tahun ini saja sudah  beberapa kali terjadi fluktuasi. Harga September misalnya, lebih tinggi dibandingkan bulan Oktober. Kenaikan sebenarnya terjadi pada harga rata-rata tahunan.

Namun, rata-rata kenaikan tahunan itu pun tidak selalu besar. Di bursa London, sepanjang tahun 2000-2001, perubahan harga emas malah negatif (-1,7 persen dan -3,9 persen). Atau, pada tahun 2005 dan 2009, kenaikan tahunannya cuma tiga persen.

Satu-satunya periode yang kenaikan harganya mencapai angka 30-an persen, seperti banyak dijadikan simulasi perhitungan ketika sedang membujuk calon investor, adalah tahun 2008. Karena itu, bersikap kritislah terhadap bujukan pemasar atau orang yang akan mengelola investasi Anda.

3, seperti komoditas lainnya, harga emas dipengaruhi oleh kondisi permintaan dan penawaran. Satu hal yang juga perlu diingat, Bank Indonesia juga melakukan jual beli emas — yang biasanya digunakan untuk menjaga stabilitas moneter. Tahun lalu, Bank Indonesia dan Dana Moneter Internasional (IMF) melepas sebanyak 53,2 ton emas.

Ketika perubahan harga emas hanya tiga persen, yaitu pada tahun 2005 dan 2009, bank sentral dan IMF pada tahun sebelumnya mengguyur pasar dengan 395,8 dan 157 ton. Itulah data yang dilansir oleh World Gold Council.

Saat ini, ada kesepakatan para bank  sentral yang disebut sebagai Central Bank Gold Agreement, agar emas yang dilepas di pasar tidak lebih dari 400 ton.

Selain itu, indikator ekonomi makro seperti suku bunga, kurs, apalagi indikator pasar modal, bisa secara langsung mempengaruhi harga emas. Jika ada tawaran menarik dari suku bunga, atau ada gairah di pasar saham, dan bisa juga di pasar obligasi, aliran dana bisa berpindah. Para pemburu keuntungan akan meninggalkan emas.

4, jika pada akhirnya Anda memutuskan investasi di komoditas emas, jangan lupa mendiskon keuntungan nominal yang diperoleh dengan inflasi. Sehingga, yang didapat adalah keuntungan yang benar-benar riil atau nyata. Seandainya keuntungan yang diperoleh sesuai janji, katakanlah 15 persen, sementara inflasi rata-rata 6 persen, maka keuntungan yang riil adalah 9 persen.

Namun, melongok data 2005 dan 2009, setelah didiskon oleh inflasi, maka justru kerugian yang makin besar.

Selain itu, secara nominal perlu juga dikurangi untuk biaya penyimpanan jika ingin menyimpannya secara fisik atau biaya administrasi eandainya “dikuasakan” kepada manajer investasi.

Karena itulah, kenalilah lahan investasi sebelum masuk ke dalamnya. Dan pastikan, dana yang diinvestasikan adalah dana lebih (bukan biaya sehari-hari). Jangan sampai malah terjerembab. Selain itu, ingatlah baik-baik pesan Warren Buffet, magnet bisnis Amerika yang kekayaannya mencapai $ 39 miliar: “Never invest in a business you cannot understand.”

Buffett seolah ingin menegaskan, jangan sampai tersengat racun di balik rayuan manis investasi. 
READ MORE - Jangan Terlena Rayuan Emas

 
 
 

Entri Populer

Statistik

Labels

alam semesta (30) all operator (2) berita (151) bisnis (24) browser (2) busines (17) cashtree (1) cheat (4) db clix (6) downhill (1) gadged (13) game (4) gprs (1) gta (1) guitar hero (1) hack (5) handphone (11) humor (1) info (211) investasi (5) jagad raya (24) kesehatan (11) klik iklan (5) kuliner (1) lawang sewu (1) mars (5) mio modifikasi (1) news (147) otomotif (9) payment proof (6) peluang usaha (2) pernikahan (2) planet (9) ps2 (5) ptc (11) pulsa (2) pulsa murah (1) renungan (1) rumah tangga (2) sejarah (8) semarang (1) senjata (2) server (2) sport (2) suami istri (7) supra modifikasi (1) tekhnologi (19) the warior (1) tips (41) trik (21) ufo (4) vega modifikasi semarang (2) virus (3)